Manarul Tekankan Kritik Mahasiswa Harus Berbasis Pengetahuan dan Alasan

 

SERANG, BEWARABANTEN — Sikap kritis mahasiswa terhadap persoalan publik tidak cukup hanya dengan menyampaikan penolakan. Kritik harus lahir dari pemahaman terhadap masalah dan disampaikan dengan alasan yang jelas.

Menurut Manarul, mahasiswa memiliki posisi penting dalam membaca berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Namun, sikap kritis harus dibangun melalui pengetahuan dan pemahaman terhadap persoalan yang dihadapi.

“Kritis itu bukan berarti selalu menolak. Kita harus tahu masalahnya serta punya alasan yang jelas, lalu menyampaikan sikap dengan cara yang bertanggung jawab, itu kritis namanya,” kata Manarul.

Ia mengatakan, organisasi mahasiswa jangan sampai hanya menjadi ruang untuk berkegiatan tanpa memiliki keterhubungan dengan persoalan masyarakat.

“Mahasiswa punya tanggung jawab untuk peka terhadap keadaan. Kalau ada persoalan di masyarakat, dia harus ikut andil dalam upaya untuk ikut menyelesaikannya,” ujarnya.

Manarul menilai, enam tahun perjalanan MATADEWA menjadi momentum untuk melihat kembali apakah aktivitas organisasi selama ini sudah memiliki dampak di luar lingkungan internal organisasi.

“Bagi kami, milad bukan sekadar merayakan usia. Justru ini waktunya melihat apakah selama enam tahun MATADEWA benar-benar bergerak dan memberi manfaat, atau hanya sibuk dengan kegiatan organisasi,” katanya.

Comments

Popular posts from this blog

Ketua Umum PBMA: Mathla'ul Anwar Harus Dikelola Secara Modern dan Profesional

Dari Mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga, Masykur Kini Pimpin IKASUKA Banten