Ketua Umum PBMA: Mathla'ul Anwar Harus Dikelola Secara Modern dan Profesional

Ketua Umum PBM, KH. Jazuli Juwaini-Aceng Murtado

BANDUNG – Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Masa Khidmat 2026-2031, Dr. KH. Jazuli Juwaini, M.A., menegaskan pentingnya transformasi tata kelola organisasi agar Mathla'ul Anwar mampu menjawab tantangan zaman dan terus berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara.


Pernyataan tersebut disampaikan Jazuli dalam sambutannya pada Pelantikan Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) dan Pengurus Pusat Muslimah Mathla'ul Anwar Masa Khidmat 2026-2031 di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (20/6/2026).


Menurut Jazuli, organisasi yang telah berdiri lebih dari satu abad itu tidak cukup hanya mengandalkan sejarah panjang dan jaringan yang luas. Mathla'ul Anwar harus berani melakukan pembaruan dalam tata kelola organisasi agar lebih profesional, modern, dan adaptif terhadap perkembangan masyarakat.


“Transformasi tata kelola organisasi adalah sebuah keniscayaan. Mathla'ul Anwar tidak boleh lagi dikelola dengan cara-cara lama yang sudah tidak relevan dengan tantangan zaman. Kita harus membangun organisasi yang profesional, efektif, dan mampu menjawab kebutuhan umat,” ujar Jazuli.


Ia mengibaratkan kondisi organisasi sebagai bahan bangunan yang selama ini tersebar dan belum tersusun secara optimal. Karena itu, diperlukan konsolidasi dan penataan yang lebih baik agar seluruh potensi yang dimiliki Mathla'ul Anwar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.


“Potensi Mathla'ul Anwar sangat besar. Tugas kita sekarang adalah menata, menyatukan, dan menggerakkan seluruh potensi tersebut agar menjadi kekuatan yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi umat,” katanya.


Jazuli menjelaskan bahwa salah satu fokus utama kepengurusan baru adalah memperkuat sistem organisasi dari pusat hingga daerah. Langkah tersebut mencakup pembenahan manajemen organisasi, penguatan kaderisasi, digitalisasi administrasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Mathla'ul Anwar.


Selain itu, PBMA juga akan memperkuat pengelolaan aset organisasi agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan dan pemberdayaan umat.


Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu sekitar satu setengah bulan sejak terbentuknya kepengurusan baru, Mathla'ul Anwar telah menerima sejumlah wakaf tanah dari berbagai daerah dengan luas yang bervariasi, mulai dari ratusan meter hingga lebih dari dua hektare.


“Ini menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat kepada Mathla'ul Anwar. Karena itu, aset-aset tersebut harus dikelola secara profesional dan produktif untuk mendukung pengembangan pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial,” ujarnya.


Jazuli menambahkan, bidang pendidikan akan tetap menjadi prioritas utama organisasi. Sebagai organisasi yang lahir dari gerakan pendidikan, Mathla'ul Anwar memiliki tanggung jawab besar untuk ikut meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.


Menurutnya, kualitas pendidikan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing bangsa di tengah persaingan global yang semakin ketat.


“Mathla'ul Anwar harus mampu melahirkan generasi yang unggul, memiliki kompetensi, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.


Ia juga mengajak seluruh kader dan pengurus untuk menjadikan periode kepengurusan 2026-2031 sebagai momentum kebangkitan organisasi melalui kerja kolektif, pengorbanan, dan semangat melayani masyarakat.


“Jangan bergabung di Mathla'ul Anwar untuk mencari keuntungan pribadi. Kita hadir untuk mengabdi, melayani umat, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Comments